Monday, April 2, 2012

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Orang Tua dalam Memperlakukan Anak Menurut Islam

memperhatikan-anak-islam
Ajaran Islam memang meliputi seluruh aspek kehidupan, yang sudah selayaknya untuk berusaha diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari pribadi muslim, termasuk bagi para orang tua dalam memperlakukan anak-anaknya. Hal ini penting sebagai bentuk tanggung jawab orang tua terhadap amanah yang telah diberikan Allah SWT berupa anak, dan di sisi lain inipun adalah semata-mata demi kebaikan sang anak. Dan berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan para orang tua muslim dalam memperlakukan anak-anaknya.
1) Memahami anak sebagai individu yang berbeda.
Seorang anak dengan yang lainnya memiliki karakter yang berbeda. Memiliki bakat dan minat yang berbeda pula. Karenanya, dalam menyerap ilmu dan mengamalkannya berbeda satu dengan yang lainnya. Sering terjadi kasus, terutama pada pasangan muda, orangtua mengalami “sindroma” anak pertama. Karena didorong idealisme yang tinggi, mereka memperlakukan anak tanpa memperhatikan aspek-aspek perkembangan dan pertumbuhan anak. Misal, anak dipompa untuk bisa menulis dan membaca pada usia 2 tahun, tanpa memperhatikan tingkat kemampuan dan motorik halus (kemampuan mengkoordinasikan gerakan tangan) anak.
2) Memberi tugas harus sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Rasanya tidak ada alasan bagi para orang tua untuk membebani anaknya dengan suatu beban diluar kesanggupan sang anak. Karena Allah SWT saja tidak pernah membebani mahluk-Nya dengan beban di luar kesanggupannya sebagaimana firman-Nya yang artinya : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah: 286)
3) Berusahalah untuk selalu menghargai niat, usaha dan kesungguhan anak.
Jangan mencaci maki anak karena kegagalannya. Tapi berikan ungkapan-ungkapan yang bisa memotivasi anak untuk bangkit dari kegagalannya. Misalnya, “Ayah tidak marah kok, Ahmad belum hafal surat Yasin. Ayah tahu, Ahmad sudah berusaha menghafal. Lain kali, kita coba lagi ya.”
4) Tidak membentak, memaki dan merendahkan anak. Apalagi di hadapan teman-temannya atau di hadapan umum. Ini sangat penting dan perlu diperhatikan setiap orang tua mengingat firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya :
“Dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.” (An-Nisa`: 5)
5) Tidak membuka aib (kekurangan, kejelekan) yang ada pada anak di hadapan orang lain. Dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa menutup (aib) seorang muslim, Allah akan menutup (aib) dirinya pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari no. 2442)
6) Jika anak melakukan kesalahan, jangan hanya menunjukkan kesalahannya semata. Tapi berilah solusi dengan memberitahu perbuatan yang benar yang seharusnya dia lakukan. Tentunya, dengan cara yang hikmah. ‘Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Saat saya masih kecil dalam asuhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya menggerak-gerakkan tangan di dalam nampan (yang ada makanannya). Lantas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihatiku, ‘Wahai ananda, sebutlah nama Allah (yaitu bacalah Bismillah saat hendak makan). Makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang ada di sisi dekatmu’.” (HR. Al-Bukhari no. 5376).
7) Tidak memanggil atau menyeru anak dengan sebutan yang jelek. Seperti perkataan : “Dasar bodoh!” Ini berdasarkan hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah kalian menyeru (berdoa) atas diri kalian kecuali dengan sesuatu yang baik. Karena, sesungguhnya malaikat akan mengaminkan atas apa yang kalian ucapkan.” (HR. Muslim no. 920)
8) Perbanyak ucapan-ucapan yang mengandung muatan doa pada saat di hadapan anak. Seperti ucapan : “Semoga Allah memberkahi kalian.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (Al-Baqarah: 83)
Juga selalu mendoakan kebaikan bagi sang anak, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’.” (Al-Furqan: 74)

No comments:

Post a Comment

Kalender